Budidaya Maggot sebagai pakan alternatif

Maggot atau biasa di sebut belatung atau yang biasa kita jumpai pada sampah organik, maggot berperan sebagai salah satu penghancur sampah organik. Di dalam pengolahan sampah organik kami melakukan uji coba di beberapa lokasi dan beberapa kebutuhan.

1. Uji coba budidaya belatung di sampah organik, yang kami lakukan memasukkan sampah organik pada alat Solusi Sampah Organik (sebuah alat yang berfungsi merubah sampah organik menjadi pupuk cair organik), dalam kurun waktu 15 hari sampah organik yang di tumpuk mengalami menyusutan sampai 50% kemudian setelah itu kami menambahkan sampah organik setiap hari dan memanen pupuk cair setiap hari dengan maksimal 50% dari input sampah organik yang di masukkan. Dan belatung yang ada di dalam SSO berperan sebagai mesin pembalik/pengaduk sampah organik

2. Uji coba budidaya belatung di sampah organik, di tempat penurunan sampah organik untuk pembuatan kompos, seyogyanya sampah organik itu menimbulkan bau yang kurang sedap bau ini di akibatkan karena adanya perombakan yang di lakukan oleh maggot kemudian kami menambahkan serbuk kayu nangka untuk menyerap leachate sehingga bau sampah dapat di tekan. Maggot atau belatung dari black soldier fly atau Hermetia Illuscens dapat mengubah sampah menjadi protein  dan lemak serta mengurangi massa sampah sampai  50 % sampai 60 % sehingga dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran limbah organik. Kehadiran larva Hermetia Illuscens juga diketahui menghambat atau mengurangi hadirnya larva lalat rumah yang dapat menjadi sumber penyakit.

3. Pemanfaatan Maggot bagi ikan dan unggas, Secara otomatis populasi maggot meningkat terus menerus seiring dengan di masukkan sampah organik dan kami memanfaatkan maggot sebagai pakan ikan (Lele dan Patin) dan menu itu menjadi menu favorit ikan karena maggot kandungan proteinnya yang tinggi sekitar 40 % dan kadar lemak sekitar 30 % sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan dan unggas  juga dapat juga di buat dalam bentuk pelet ikan.

4. Pemanfaatan maggot pada media air, di samping maggot dapat berkembang pada sampah organik lembab ternyata maggot juga dapat di kembangkan di media berair. Karena media yang di gunakan tertutup sehingga tidak menimbulkan bau dan maggot dapat di panen 2 hari sekali yang langsung di berikan pada ayam, dapat juga di proses menjadi pelet sama seperti pakan pada lele atau patin.  Karena kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi itu menjadi pendongkrak pertumbuhan ayam dan efek yang tampak ayam menjadi semakin tinggi nafsu makannya.


Cara ini coba kami kembangkan dengan melihat kebiasaan ayam yang sangat tertarik dengan maggot. Dengan model seperti ini memudahkan mengembangkan budidaya ayam organik.

Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi sobat organik yang ingin mengembangkan budidaya ayam organik dan semoga bermanfaat.

Terima kasih

About these ads